BeritaBos.com - Beberapa tim geologi yang merupakan gabungan para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Brown University di Amerika Serikat, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lainnya bakal meneliti Danau Towuti di Luwu Timur, Selawesi Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah iklim di wilayah nusantara, dan Sulawesi secara khusus, hal ini akan berguna bagi Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) untuk mengembangkan prediksi iklim di masa depan.
Jim Russel, salah satu anggota tim peneliti dari Brown University, mengatakan bahwa penelitian akan dilakukan dengan cara mengebor dasar danau dan mengambil sedimennya. "Sedimen itu menyimpan sejarah iklim," katanya.
Danau Towuti dianggap luar biasa karena merupakan salah satu danau tertua di Indonesia yang diprediksi menyimpan sejarah iklim secara lengkap. "Ketebalan sedimennya mencapai 300 meter," ungkap Russel dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Satria Bijaksana, seorang geolog asal ITB, menuturkan bahwa Danau Towuti memiliki kelebihan dibanding danau-danau tua lain di Indonesia. "Kalau sedimen itu buku sejarah iklim, lembaran-lembaran di dalamnya paling rapi," jelasnya.
Menurut Satria, pengambilan contoh sedimen ini akan dilakukan mulai minggu ketiga di bulan April. Diharapkan, tahun 2016, tim sudah dapat menyajikan hasil penelitian tahap awal. Analisis lain akan memakan waktu 2-3 tahun.
Hasil riset dapat membantu mengungkap umur Danau Towuti yang diduga jauh lebih tua dari Danau Toba. Penelitian juga bisa membantu ilmuwan memprakirakan iklim di masa depan. "Ini berguna bagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," kata Satria.
Penelitian ini didukung oleh sejumlah donatur seperti National Science Foundation dan sejumlah lembaga lainnya. Perusahaan pertambangan nikel PT. Vale juga ikut membantu dengan menyediakan logistik untuk penelitian.

0 komentar:
Posting Komentar