BeritaBos.com - Adanya bencana alam, tindak terorisme dan pemanasan global akibat efek rumah kaca membuat ‘jam kiamat’ bergeser dua menit lebih cepat. Jam terjadinya kiamat diprediksi akan terjadi pada pukul 11.57.
Jam simbolik ‘Doomsday Clock’ yang didirikan pada tahun 1947 ini, dibuat dengan sistem perhitungan mundur atas kemungkinan bencana global yang terjadi akibat melalui perang nuklir maupun adanya perubahan iklim yang ekstrim.
Doomsday Clock dikelola oleh para ilmuwan dan akademisi, serta spesialis keamanan yang mengawasi secara berkala perihal adanya perubahan waktu baik mundur maupun lebih cepat.
Pergeseran waktu yang lebih cepat ini, merupakan kejadian untuk yang kedua kali setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2012 yang lalu. Pada tahun tersebut, pergeseran jam hanya berubah sebanyak satu menit, sehingga jatuh kiamat diprediksi terjadi pada pukul 11.59. Karena sebelumnya, kiamat diprediksi terjadi pada pukul 12.00.
Menurut para ilmuwan atom dari Bulletin of the Atomic (BAS), tindakan atas perubahan iklim dan peningkatan ketengangan yang terjadi antar negara adalah alasan melompatnya waktu menjadi lebih cepat. Seperti halnya kejadian konflik beberapa negara, seperti Rusia dan Amerika Serikat serta konflik yang terjadi karena adanya konflik di Ukraina.
Kennette Benedict, Direktur Eksekutif BAS mengungkapkan bahwa meningkatnya dampak negatif dari rumah kaca juga turut mengubah iklim Bumi yang berbahaya. Dirinya juga berharap, agar warga negara yang berada di wilayah konflik, agar meminta pemimpinnya untuk mengambil langkah yang diperlukan.

0 komentar:
Posting Komentar